Senyum sendiri baca email si boz. Sedikit kutipannya seperti ini :
DH,
Untuk memudahkan komunikasi, mohon bisa memiliki account YM.
….. ….. …
Dan setelah dibuat, harap selalu online.Tks atas perhatiannya.
Si Boz
Horeee…. akhirnya chating dilegalkan, betapa leganya hatiku.
Banyak kalangan yang berpendapat chating bisa menurunkan produktifitas kerja. Keasikan chating akhirnya lupa waktu, kerjaan terbengkalai. Makanya ga heran banyak kantoran yang melarang kegiatan chating ini. Larangannya bisa berupa sindiran dan teguran, sampai pemblokiran port untuk chating. Kalau udah di blokir, mulai deh main kucing-kucingan sama sang admin jaringan. Ga bisa chat dengan aplikasi YM, mulai cari-cari web chat. Satu situs web chat di blokir masih tersisa puluhan situs lainnya. Tapi capek deh kejar-kejaran ama admin.
Untungnya hal itu ga terjadi ditempat kerjaku. Disini bisa bebas merdeka ngobrol dengan siapa aja. Bahkan dengan adanya email si Boz diatas, kita malah diperintahkan untuk chating. Hehehe asik kan?? Yup asik memang, asal ga lupa diri aja. Kerjaan beres, chating tetep jalan. Tapi kok anehnya, begitu chating dilegalkan, hasrat untuk chating jadi menurun drastis. Dulu ditempat lama saat chating diharamkan, muncul hasrat menggebu untuk bisa chating, otak tiba-tiba jadi super kreatif mencari seribu cara untuk bisa chating. Jadi inget petuahnya Bang Rhoma
Kenapa semua yang enak-enak itu diharamkan
Kenapa semua yang asyik-asyik itu yang dilarang
Ah-ah-ah-ah-ah-ah-a-a-ah
Itulah perangkap syetan
Umpannya ialah bermacam-macam kesenangan
Hehehe mudah-mudahan chating ga termasuk salah satu perangkap setan ya. Asal ga berlebihan, aku kira chating sah-sah aja ya.
Makasih Pak Boz yang sudah melegalkan chating. Tetaplah berjiwa muda, tetap inovatif, dukung terus generasi kami
Pagi ini mampir ke ATM, niatnya sih mau bayar segala tagihan rutin bulanan. Tapi begitu ngeliat tagihan telpon bulan ini… waksss kok segitu?! Hampir ga percaya mata ini, dan kayak orang bego langsung pegang-pegang layar ATM, ngitung digitnya, berharap mesin ATM itu salah kasih data dan kelebihan satu digit. Hik.. kok banyak bener… masa sampe 1/2 juta lebih, padahal yang pake telpon dirumah cuma Bapak seorang, beneran nih Telkom ga salah cetak? Pending dulu deh bayar tagihannya, harus cek ricek nih.