Udah lama ga nulis cerita tentang ayah, padahal di blog ini ada satu kategori yang didedikasikan khusus untuk menampung cerita tentang ayah. Kali ini mama mau cerita betapa ayah begitu menyayangi Tole.
Mungkin merupakan suatu hal yang wajar bila seorang ayah begitu menyayangi anaknya. Namun menurut pendapat mama, rasa sayang ayah ke tole kadang terlalu berlebihan. Bahkan bila dibandingkan, mama dengan legowo mengakui, tole lebih disayang ayah dari pada mama.
Gambar disamping dapat memperlihatkan betapa besar rasa sayang ayah buat tole. Gambar tersebut diambil disebuah kamar penginapan sesaat sebelum ayah berangkat jemput tole di tempat penitipan. Jadi saat itu kami terpaksa nginap di sebuah wisma dekat tempat penitipan tole karena mama lagi sakit. Dengan membawa mainan seadanya. Sore hari, ayah mau berangkat jemput Tole, dan sebelum jemput itu, ayah tak lupa menata mainan tole di sudut ruangan. Coba perhatikan gambarnya dengan lebih seksama. Mainan-mainan tersebut benar-benar ditata dengan rapi, dengan sepenuh hati. Bahkan botol aqua dan tutupnya pun ikut disiapkan, karena saat itu tole hobi sekali mainan buka tutup botol. Tujuan ayah menata mainan tersebut mungkin untuk membuat tole senang. Saat itu mama benar-benar terharu melihat tindakan ayah. Jujur mama pribadi tak akan melakukan hal itu, terpikirpun tidak.
Rasa sayang ayah yang lain ditunjukkan dengan kesabaran ayah dalam menghadapi tingkah laku tole. Sejauh ini tak pernah sekalipun ayah menunjukkan rasa kesalnya kepada tole. Tak peduli betapa lelahnya ayah, betapa bertingkahnya tole, tak pernah sekalipun keluar nada tinggi dari ayah, cuma senyum. Kesabaran ini yang seharusnya mama tiru. Karena adakalanya ketika rasa lelah mendera, batas kesabaran yang dimiliki mama seringkali menipis. Lihat tole bolak balik berantakin kamar bisa bikin mama emosi.
Dibalik rasa sayang yang berlebih ini ada juga sisi negatifnya. Ayah cenderung terlalu memanjakan tole, khususnya dalam hal membelikan mainan. Tak peduli berapapun harganya, asal itu buat tole, tanpa pikir dua kali ayah langsung setuju untuk membelikannya. Mama sudah pernah protes akan hal ini, namun ayah berdalih, semua itu dilakukan karena sedikitnya waktu kebersamaan ayah dengan tole. Sebagai seorang pekerja lapangan, seringkali ayah harus meninggalkan tole dalam waktu yang lumayan lama. Akibatnya begitu ada kesempatan untuk bersama tole, hal tersebut seperti digunakan untuk menebus setiap waktu yang hilang. Mudah-mudahan perilaku ayah yang terlalu memanjakan tole ini bisa mama kendalikan, demi kebaikan Tole juga, biar tidak tumbuh menjadi anak yang manja.
