Time Ticker

time tickerAda tambahan tampilan baru di blog ini, namanya Time Ticker, ngambil dari Daisypath ticker. Sebenernya ada banyak pilihan, cuma aku pilih yang jenisnya breast feeding, sekedar untuk mengingatkan, momen spesial sekaligus paling intim bersama Tole. Dengan memasang time ticker ini seharusnya tiap hari akan terupdate periode pemberian ASI yang telah terlewati. Dan pada hari ini pada time ticker tersebut tertulis, 1 tahun 4 bulan, 2 minggu, 4 hari. Wow tak terasa hampir 3/4 kewajiban breast feeding yang telah kujalani.

Sejak awal aku sudah berniat untuk memberikan ASI selama 2 tahun. Dan alhamdulillah sampai hari ini masih diberi kesempatan untuk melaksanakan niatku tersebut. Tapi sekarang tiap kali menyusui kadang timbul perasaan sedih, sebentar lagi aku ga akan bisa menikmati momen bahagia ini. Jujur, saat menyusui adalah salah satu saat yang membahagiakan, aku merasakan kedekatan yang amat sangat dengan Tole, yang tak mungkin dirasakan dengan orang lain. Rasanya saat menyusui cuma ada aku dan Tole. Waktu yang kami miliki cuma berdua, momen yang cuma kami rasakan dan bagi berdua.

Enough with the breast feeding story. Hehe benernya masih banyak yang pengen ditulis tentang breast feeding, tapi ga relevan sama judulnya, nanti deh bikin judul sendiri khusus untuk kisah breast feeding ini.

Untuk membuat time ticker, langkahnya cukup sederhana. Cukup mengenjungi alamat ini, pilih ticker yang diinginkan dan ikuti langkah demi langkah. Setelah selesai, akan ditampilkan suatu potongan kode html yang bisa di copy dan kemudian di paste dihalaman web yang diinginkan.

Pada blog ini, time ticker tersebut aku pasang dibagian side bar. Untuk itu perlu dilakukan perubahan pada file sidebar.php. Caranya dengan memilih menu appearance > Editor, kemudian pada list file dibagian kanan pilih sidebar. Dengan melihat code disitu, langsung dikira-kira tempat menempelkan potongan code yang didapat dari Daisypath. Untuk mempercantik tampilan ditambahkan syle yang sesuai dengan melakukan sedikit perubahan pada file syle.css, yaitu dengan menambahkan potongan code berikut :

#lilypie{
  background: url(images/lilypie.jpg) no-repeat;
  width: 230px;
  height: 150px;
  padding: 20px 0px 0px 30px;
  margin-top: 20px;
}

Pada style baru tersebut, dibagian belakang time ticker ditempelkan sebuah background berupa gambar dengan nama lilypie.jpg yang disimpan didalam folder wp-content/themes/nama-theme/images.

Setelah perubahan disimpan dan halaman di refresh maka akan muncul time ticker pada bagian side bar sebelah kanan, bagus kan tampilannya :D

Posted in Tutorial
Leave a comment

Batuk – Pilek

Dulu sekali pernah posting, untuk mengobati batuk-pilek sebenarnya tidak perlu dibawa ke dokter, cukup istirahat dan banyak minum air putih, biar tubuh yang menyembuhkannya sendiri, bahasa kerennya self healing. Namun semua teori yang selama ini aku pegang runtuh seketika begitu menghadapi batuknya Tole 2 hari yang lalu.

Hari senin Tole sudah mulai batuk, namun intensitasnya masih jarang. Malamnya badan Tole panas tinggi, sampai mencapai 39 derajat. Begitu juga pada hari selasa, dari pagi sampai sore badan Tole masih panas tinggi, padahal sejak malam sudah dikasih sanmol dorps (mengandung paracetamol), namun obat penurun panas tersebut kali ini tidak ampuh menurunkan panas Tole. Efeknya hanya bertahan sekitar 3-4 jam, setelah itu Tole kembali panas tinggi. Karena panasnya yang tak kunjung reda, selasa malam, mama memutuskan untuk membawa Tole ke dokter. Dan kali ini lagi-lagi Tole tidak bisa konsultasi ke DSA langganan, karena jadwal praktek si ibu dokter baru ada rabu pagi. Akhirnya Tole kembali konsultasi ke dr. Eva. Padahal baru seminggu sebelumnya Tole mengunjungi dr. Eva gara-gara radang mulut.

Setelah diperiksa, Katanya Tole terkena radang tenggorokan dan diberi 2 buah obat :

  1. AnafenAnafen SyrupTiap 5 ml Anafen Suspensi mengandung Ibuprofen 100 mg. Menurunkan demam pada anak-anak. Meringankan nyeri ringan sampai sedang, antara lain sakit gigi, sakit kepala,nyeri akibat pencabutan gigi, nyeri setelah operasi dan terkilir. Dosis yang direkomendasikan adalah 20 mg/kg berat badan/hari dalam dosis terbagi, sehari 3-4 kali. Tidak sianjurkan bagi anak-anak dibawah usia 1 tahun. [sumber : ini dan ini]
  2. Alxil, merupakan antibiotik syrup kering. Indikasi untuk infeksi saluran pernafasan atas dan bawah, kulit dan jaringan lunak, saluran kemih dan infeksi lain seperti osteomielitis dan septic arthritis [sumber : ini].
    Sama Dr. Eva, si antibiotik ini ikut dicampur dengan obat batuk dan pilek, jadi ga jelas lagi deh kandungannya apa aja.

Terus terang diriku agak dilema dengan pengobatan yang dilakukan Dr Eva. Pertama si dokter yang satu ini tidak banyak bertanya, dan waktu dia mengobservasi Tole pun cuma sebentar aja. Kedua, obat yang diberikan biasanya obat racikan, jadi kita tidak tau pasti kadungan didalamnya. Memang sih obat yang diberikan ini tergolong manjur, bahkan menurutku efeknya terlalu cepat, jadi sempat khawatir, obatnya memang manjur atau dosisnya yang terlalu tinggi.

Oh iya ada tambahan tentang obat penurun panas yang diberikan. Kandungannya ibuprofen, biasanya Tole cuma minum obat penurun panas dengan kandungan paracetamol, tapi sakit kali ini paracetamol tidak mempan, sudah diberikan sampe 3 kali, panasnya kembali tinggi setelah 3-4 jam. Dan setelah ke dokter diberikanlah ibuprofen ini. Dan benar-benar manjur, baru satu kali minum panasnya langsung reda. Yang menjadi catatan buat ibuprofen ini adalah obat tersebut dapat menyebabkan iritasi lambung dan pendarahan saluran pencernaan, jadi jangan diberikan bila anak muntah/diare.

Kemarin liat buku tumbuh kembang Tole. Dulu terakhir ke dokter tanggal 11-November-2011, setelah itu tanggal 21 Januari 2012 dan kemarin tanggal 1 Februari 2012. Dari 11 November ke 21 Januari, jaraknya 4,5 bulan. Dari 21 Januari ke 1 Februari jaraknya cuma 1.5 minggu. Duh sedih, dalam waktu sesingkat itu Tole harus 2 kali konsumsi antibiotik. Dilema, padahal selama ini diriku cenderung menentang penggunaan antibiotik untuk batuk pilek. Tapi karena panasnya yang tak kunjung turun dan sakitnya yang tak kunjung reda, akhirnya runtuh juga semua pertahanan diriku untuk menolak antibiotik.

Maapin mama ya Le, mudah-mudahan tindakan yang mama lakukan untuk menyembuhkan Tole udah tepat. Mudah-mudahan antibiotiknya tidak berlebih dan membuat resistan.
Cepet sembuh ya Le, biar mama ga khawatir lagi…

Posted in Kesehatan, Tole
Leave a comment

Kesederhanaan Ayah

Ayah Tole Beberapa hari yang lalu lihat foto ini di jejaring sosial salah satu teman ayah. Dan dibawah foto tersebut tertulis komentar : “Wah hampir gak keliatan PC nya… harusnya taruh di tengah …” Yup diriku pun punya pemikiran yang sama, seharusnya posisi seorang party chief ditengah, biar jadi pusat perhatian, kan membawahi sekian banyak kru, seharusnya mendapat posisi yang terbaik. Tapi bukan ayah kalo mau tampil menonjol. Sejak pertama kali kenal dulu, ayah memang ga pernah mau tampil, sepertinya tak suka jadi pusat perhatian. Sederhana, tampil apa adanya, itu yang menjadi salah satu daya tarik ayah [setidaknya buat diriku].

Sejak dulu, bertahun-tahun sudah, mulai kenal dan berusaha memahami ayah, tapi sampai sekarang masih tetap ada saja tingkah laku dan ucapan ayah yang selalu membuatku terkejut. Contohnya tentang foto tersebut. Waktu aku komentar: “ayah kok difoto ga ambil posisi ditengah, kan ayah party chief”. Tadinya kukira ayah akan jawab : ‘ya nggak lah, ayah kan rendah hati, bersahaja, bla.. bla.. bla..’, pokoknya kalimat gombalan. Eh ga disangka ayah cuma jawab “ya gimana lagi, emang dapet posisinya disitu”. Sebuah jawaban yang sangat sederhana. Aku langsung tersenyum dengar jawaban itu. Typical ayah banget, sederhana dan apa adanya. Ga ambil pusing dengan yang namanya jabatan atau strata sosial, selalu nrimo.

Ayah… mudah-mudahan setinggi dan sepenting apa pun posisi ayah, tetap rendah hati seperti sekarang ya…

Posted in My Lovely Hubby
Leave a comment

Jalan-jalan Pagi

Tulisan ini dibuat untuk mengenang masa-masa indah ketika ayah punya banyak waktu bersama mama dan tole. Saat itu belum ada proyek baru dilapangan, jadi sebagian besar waktu ayah dihabiskan dirumah. Dan hampir tiap sabtu/minggu pagi, ayah-mama-tole jalan-jalan. Jalannya pun ga jauh-jauh, ke kawasan sebuah kampus di depan rumah.

Untuk sebagian orang mungkin ini bukan hal yang biasa. Hehehe secara, berminggu-minggu kami melakukan aktivitas tersebut, tak pernah sekalipun melihat orang lain yang melakukan hal yang sama. Untung saja ga pernah di protes sama satpamnya. Yang kami lakukan mungkin hanya sebuah hal sederhana, namun buat kami itu hal yang berkesan. Tak perlu keluar biaya, sudah dapat menghirup udara segar, menikmati kicauan burung dan pemandangan indah.

Biasanya acara jalan-jalan dimulai jam 1/2 6 pagi. Dengan berbekal roti, minuman, makanan yang garing-garing dan kadangkala nasi tim tole. Tole duduk manis disepedanya (karena saat itu tole belum bisa jalan), ayah dorong sepeda dan mama menenteng perbekalan makanan. Kita menyelusuri jalan di kampus tersebut yang bisa dibilang adem dan rindang. Sesekali kami berhenti untuk mengamati sekumpulan burung atau pun kucing yang sedang bersantai. Jalan lagi, tak lama kemudian menepi kembali untuk menikmati perbekalan. Sederhana, namun mendatangkan kebahagian luar biasa.

bobo dengan damaibobo di tamanmasih tetap bobo

Jalan-jalan Tole

Setelah capek bermain, kenyang makan, yang tersisa tinggal ngantuknya. Tole pun sampai tertidur dengan pulasnya.

Memori yang indah. Entah kapan bisa melakukannya lagi…

Posted in My Lovely Hubby, Tole
Leave a comment

Ayah Sayang Tole

Udah lama ga nulis cerita tentang ayah, padahal di blog ini ada satu kategori yang didedikasikan khusus untuk menampung cerita tentang ayah. Kali ini mama mau cerita betapa ayah begitu menyayangi Tole.

Mungkin merupakan suatu hal yang wajar bila seorang ayah begitu menyayangi anaknya. Namun menurut pendapat mama, rasa sayang ayah ke tole kadang terlalu berlebihan. Bahkan bila dibandingkan, mama dengan legowo mengakui, tole lebih disayang ayah dari pada mama.

Mainan Tole Gambar disamping dapat memperlihatkan betapa besar rasa sayang ayah buat tole. Gambar tersebut diambil disebuah kamar penginapan sesaat sebelum ayah berangkat jemput tole di tempat penitipan. Jadi saat itu kami terpaksa nginap di sebuah wisma dekat tempat penitipan tole karena mama lagi sakit. Dengan membawa mainan seadanya. Sore hari, ayah mau berangkat jemput Tole, dan sebelum jemput itu, ayah tak lupa menata mainan tole di sudut ruangan. Coba perhatikan gambarnya dengan lebih seksama. Mainan-mainan tersebut benar-benar ditata dengan rapi, dengan sepenuh hati. Bahkan botol aqua dan tutupnya pun ikut disiapkan, karena saat itu tole hobi sekali mainan buka tutup botol. Tujuan ayah menata mainan tersebut mungkin untuk membuat tole senang. Saat itu mama benar-benar terharu melihat tindakan ayah. Jujur mama pribadi tak akan melakukan hal itu, terpikirpun tidak.

Rasa sayang ayah yang lain ditunjukkan dengan kesabaran ayah dalam menghadapi tingkah laku tole. Sejauh ini tak pernah sekalipun ayah menunjukkan rasa kesalnya kepada tole. Tak peduli betapa lelahnya ayah, betapa bertingkahnya tole, tak pernah sekalipun keluar nada tinggi dari ayah, cuma senyum. Kesabaran ini yang seharusnya mama tiru. Karena adakalanya ketika rasa lelah mendera, batas kesabaran yang dimiliki mama seringkali menipis. Lihat tole bolak balik berantakin kamar bisa bikin mama emosi.

Dibalik rasa sayang yang berlebih ini ada juga sisi negatifnya. Ayah cenderung terlalu memanjakan tole, khususnya dalam hal membelikan mainan. Tak peduli berapapun harganya, asal itu buat tole, tanpa pikir dua kali ayah langsung setuju untuk membelikannya. Mama sudah pernah protes akan hal ini, namun ayah berdalih, semua itu dilakukan karena sedikitnya waktu kebersamaan ayah dengan tole. Sebagai seorang pekerja lapangan, seringkali ayah harus meninggalkan tole dalam waktu yang lumayan lama. Akibatnya begitu ada kesempatan untuk bersama tole, hal tersebut seperti digunakan untuk menebus setiap waktu yang hilang. Mudah-mudahan perilaku ayah yang terlalu memanjakan tole ini bisa mama kendalikan, demi kebaikan Tole juga, biar tidak tumbuh menjadi anak yang manja.

Posted in My Lovely Hubby, Tole
Leave a comment